Minggu, 07 Desember 2014



PERANCANGAN SISTEM MEKANIKAL PENYEDIA AIR PANAS SENTRAL (STUDI KASUS KAWASAN PERUMAHAN BATUNUNGGAL INDAH BANDUNG)
DESIGN OF MECHANICAL SYSTEM APPLICATION FOR HOT WATER SUPPLY AT BATUNUNGGAL INDAH ESTATE BANDUNG
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2008-07-08 11:28:11
Oleh : TRESNANINGSIH (NIM 13103115), S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : hot water, pressure drop, boiler, heat exchanger, pressure tank, pump
Mandi merupakan salah satu kebutuhan manusia. Tetapi seringkali mandi dilaksanakan pada saat temperatur udara dingin, sehingga mandi dengan menggunakan air hangat dirasakan lebih nyaman daripada mandi dengan menggunakan air dingin. Sistem penyediaan air panas dalam rumah sudah banyak dikembangkan. Mulai dari penjerangan air dengan kompor yang menggunakan bahan bakar, pemanas air tenaga listrik, juga pemanas air tenaga surya. Tetapi seiring dengan perkembangan zaman, pemakaian energi tersebut masih berpeluang untuk dihemat. Perancangan sistem mekanikal penyedia air panas sentral diharapkan mampu menghemat energi yang diperlukan pada saat peyediaan air panas untuk mandi di suatu kawasan. Perumahan Batununggal Indah Bandung digunakan sebagai contoh lokasi perancangan. Salah satu bentuk penghematan energi yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan panas buang dari kondensor chiller mesin refrigerasi sebagai pemanas awal air sampai temperaturnya mencapai 35oC. Selanjutnya air akan melalui sistem pemanasan lanjut dengan menggunakan boiler dan penukar panas shell and tube, sehingga temperatur air dapat mencapai kebutuhannya 65oC. Sistem diharapkan dapat bekerja sehari penuh, sehingga setiap saat air panas harus selalu tersedia, oleh karena itu digunakan sistem sirkulasi tertutup. Kemudian, bentuk penghematan lain yang dilakukan adalah penggunaan tanki tekan sebagai pendamping operasi pompa, sehingga pompa tidak perlu beroperasi selama sehari penuh. Hasil perancangan menunjukkan bahwa kebutuhan air panas 503.260 liter perhari dengan temperatur 65oC dapat diakomodasi dengan menggunakan dua buah boiler dan empat penukar panas. Sistem penampungan air sementara dalam sistem pembangkitan diakomodasi dengan menggunakan tanki penampung. Sedangkan sistem distribusi air menuju ke rumah akan dilakukan oleh pompa, tanki tekan dan sistem pemipaan yang terpisah untuk setiap tahap perumahan.



PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI METODA PEMBELAJARAN PEMBUBUTAN MENGGUNAKAN SIMULATOR 3D MESIN BUBUT CNC ET-242
DESIGN AND IMPLEMENTATION OF TURING LEARNING METHOD WITH CNC LATHE 3D SIMULATOR ET-242
Master Theses from JBPTITBPP / 2014-08-05 14:04:02
Oleh : ARIEF FAHROZY FEBRIANTO (NIM : 23208322); Pembimbing I : Dr. Ir. Arief Syaichu Rohman; Pembimbing II : Dr. Ir. Yoga Priyana, S2 - Electrical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 7 file

Keyword : simulator 3D mesin bubut CNC, metoda pembelajaran, kompetensi pemesinan, parameter G-code, parameter permesinan, control panel.
Pendidikan kejuruan di bidang keahlian teknik mesin telah memasukkan mesin CNC sebagai salah satu materi pembelajaran yang harus ditempuh dalam kompetensi kejuruan. Kajian pada penggunaan metoda pembelajaran sangat diperlukan guna mengetahui efektifitas suatu metoda pembelajaran mesin CNC. Pada penulisan tesis ini akan dibahas perancangan metoda pembelajaran menggunakan simulator 3D mesin bubut CNC ET-242.

Perancangan metoda pembelajaran simulator 3D mesin bubut CNC adalah sebagai berikut: melakukan studi literatur tentang Standar Kompetensi Kompetensi Dasar (SKKD) pada kurikulum keahlian teknik pemesinan SMK, analisis kebutuhan pembelajaran, dan menentukan metoda pembelajaran yang tepat dalam penggunaan simulator 3D mesin bubut CNC. Tahap selanjutnya adalah mengimplementasikan rancangan metoda pada pembelajaran, dengan hasil implementasi sebagai berikut: pre-test, metoda 1 dan evaluasinya, refleksi hasil sementara, metoda 2 dan evaluasinya. Metoda 1 menggunakan urutan pengenalan control panel kemudian pengenalan dan penggunaan parameter G-code maupun permesinan pada simulator, sedangkan metoda 2 adalah sebaliknya.

Hasil uji awal metoda pembelajaran pembubutan menggunakan simulator 3D mesin bubut CNC menunjukkan bahwa rata-rata prosentase peningkatan kemampuan siswa dari pre-test sampai dengan setelah penerapan metoda pembelajaran 1 adalah 20%. Sementara itu, rata-rata prosentase peningkatan kemampuan siswa adalah 40% jika metoda 2 yang digunakan. Sedangkan rata-rata kemampuan siswa pada penggunaan metoda 2 adalah 12,5% lebih tinggi dibandingkan terhadap penggunaan metoda 1. Dari hasil data uji awal metoda pembelajaran pembubutan dengan simulator 3D mesin bubut CNC ET-24 disimpulkan, bahwa metoda yang tepat digunakan adalah metoda 2.




PENENTUAN UKURAN BLOK OPTIMAL DALAM PRODUKSI KAPAL
Master Theses from / 2004-11-24 10:28:25
Oleh : Umar Wiwi, S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 1998-00-00, dengan 1 file

Keyword : pengerjaan blok dilakukan di dalam shop dengan ukuran terbatas, dan diangkut ke building berth
untuk diereksi dengan alat angkut berkapasitas tertentu.
Nomor Panggil (DDC) : T 623.820 1 WIW
Sumber pengambilan dokumen : 19981133
Dalam pembangunan kapal dengan metoda blok, pengerjaan blok dilakukan di dalam shop dengan ukuran terbatas, dan diangkut ke building berth untuk diereksi dengan alat angkut berkapasitas tertentu. Oleh karena itu ukuran blok harus disesuaikan dengan ukuran shop, kapasitas alat angkut dan kelayakan teknis. Di samping itu blok dapat diselesaikan sesuai dengan due date dan shop bekerja dengan efektifitas tinggi. Dalam tesis ini diajukan model optimasi penetapan ukuran blok dengan mempertimbangkan semua kendala produksi secara serempak. Model ini dikembangkan dari model Single Machine Batch Scheduling yang dikemukakan Halim dkk.(7,8], dengan melakukan analogi ukuran batch menjadi ukuran blok serta memasukkan kendala teknis yang terkait dengan produksi kapal. Di samping itu dikembangkan pula model penjadwalan blok yang dihasilkan dengan menganggap sebagai masalah penjadwalan blok pada mesin paralel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penjadwalan batch pada mesin tunggal dapat dikembangkan untuk penentuan ukuran blok optimal di industri perkapalan dengan memperhatikan analogi antara batch dan blok: Ukuran batch yang dinyatakan dengan jumlah unit, dianalogikan dengan ukuran blok yang dinyatakan dengan panjang dan berat. Meskipun demikian dalam model yang diusulkan, ukuran blok ditentukan oleh berat dan berat blok sendiri merupakan fungsi panjang blok dan intensitas berat. Dengan demikian fungsi yang dibentuk antara total waktu tinggal aktual dengan ukuran berat dan panjang blok merupakan fungsi komposit. Hasil penelitian menunjukan pula bahwa untuk meminimumkan total waktu tinggal aktual blok pada shop perakitan, panjang blok pada penetapan awal harus sama dengan panjang konstruksi yang mengacu pada panjang shop perakitan blok. Kemudian dikaji panjang tersebut dikaitkan dengan kendala kendala lain. Kesimpulan lain yang diperoleh adalah harus ada keseimbangan antara panjang shop perakitan dan kapasitas crane pengangkut blok dan kesesuaian keduanya dengan ukuran kapal yang dibangun.





Sabtu, 29 November 2014

PENGEMBANGAN KALTIM-4 DENGAN PENAMBAHAN UNIT PROSES SINTESIS SEKOLAH TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG OPERATOR TRAINING SIMULATOR AMONIAK



PENGEMBANGAN KALTIM-4 DENGAN PENAMBAHAN UNIT PROSES SINTESIS SEKOLAH TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG OPERATOR TRAINING SIMULATOR AMONIAK
OPERATOR TRAINING SIMULATOR KALTIM-4 (OTS) DEVELOPMENT WITH AMMONIA SYNTHESIS PROCESS UNIT
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-08-13 09:14:58
Oleh : KHRISNA DARUNDONO (NIM: 13205111); Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Bambang Riyanto Trilaksono, S1 - Department of Electrical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 8 file

Keyword : OTS, pemodelan, best fit, GUI, OPC
Operator Training Simulator merupakan mesin simulasi berbasis jaringan komputer yang dapat digunakan untuk pelatihan operator baru dalam mengoperasikan plant. Komponen utama dari OTS adalah main server (yang berisikan model dari plant), database server (berfungsi sebagai penyimpan data simulasi), instructor station (komputer untuk instruktur pemberi pelatihan), dan operator station (komputer untuk operator baru peserta pelatihan). Dengan sistem ini, maka bentuk pelatihan dapat dilakukan kapan saja tanpa mengganggu proses produksi yang sebenarnya. Selain itu dapat dilakukan pula simulasi keadaan bahaya,
sehingga operator akan semakin handal mengoperasikan plant. Selain itu dengan adanya database server, bentuk pelatihan menjadi lebih baik karena dapat dilakukan sistem scoring, penyimpanan sesi (apabila simulasi harus dihentikan pada suatu saat), dan lain-lainnya. Dalam tugas akhir kali ini akan dilakukan penambahan unit proses sintesis amoniak pada OTS Kaltim-4 yang merupakan mesin simulasi Pabrik Amoniak PT. Pupuk Kaltim, Tbk. Penambahan model dilakukan dengan memodelkan proses, control valve, serta pengendali yang terkait, di mana ketiga bagian tersebut tergabung menjadi suatu lup sistem kendali. Jumlah lup yang akan dimodelkan pada tugas akhir ini adalah sebanyak 21 buah. Pemodelan dan simulasi dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak MATLAB R2007a, sementara implementasi pada server simulasi menggunakan perangkat lunak Scilab 4.1.1. Parameter keberhasilan dari pemodelan ini adalah berupa best fit yang merupakan persentase kedekatan keluaran hasil model dengan data yang diperoleh dari perusahaan. Best fit pada pemodelan yang berhasil berkisar di nilai 51.6 hingga 92.41 %. Terdapat beberapa model yang masih memiliki best fit buruk yang disebabkan oleh kurangnya catatan data dari beberapa variabel yang menjadi masukan bagi lup sistem kendali tersebut. Penambahan GUI dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Wonderware Intouch, di mana jumlah gambar yang harus dibuat adalah sebanyak lima buah
(Ammonia Synthesis 1, Ammonia Synthesis 2, Ammonia Synthesis 3, Ammonia Synthesis 4, dan Ammonia Synthesis 5).
Pada bagian akhir tugas akhir akan dibahas mengenai integrasi unit proses tambahan ini dengan sistem OTS yang sudah ada. Dari proses integrasi ini akan dapat dilihat bahwa sistem yang sudah ada dapat berinteraksi dan terintegrasi dengan unit tambahannya.

TENTUAN SUTRA TRADISIONAL GEDONGAN SULAWESI SELATAN, STUDI KASUS: KABUPATEN WAJO, SULAWESI SELATAN (1957-2007)




TENTUAN SUTRA TRADISIONAL GEDONGAN SULAWESI SELATAN, STUDI KASUS: KABUPATEN WAJO, SULAWESI SELATAN (1957-2007)
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2008-08-01 09:19:53
Oleh : NILAM FIKRANI SIHAR (NIM 17203026), S1 - Department of Art
Dibuat : 2008, dengan 6 file

Keyword : Tenunan sutra, Sutra tradisional gedongan Sulawesi Selatan, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan
Industri tenunan sutra merupakan sektor penyumbang devisa Indonesia, yang berasal dari unit-unit industri yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara. Sebagian besar unit industri tersebut terletak di Sulawesi Selatan, sehingga propinsi tersebut dikenal luas sebagai sentra terbesar kegiatan pertenunan sutra di Indonesia.


Pertumbuhan unit industri tenunan sutra di daerah Sulawesi Selatan berakar dari kegiatan tenunan Gedogan yang sudah dipraktekkan oleh masyarakat setempat sejak dahulu. Tenunan-tenunan sutra tradisional ini menjadi salah satu komoditi perdagangan di Makassar, yang terkenal sebagai bandar transit sekaligus gerbang wilayah Indonesia bagian timur, sehingga mulai dikenal luas. Industri ini semakin berkembang paska kemerdekaan Republik Indonesia, dengan digunakannya Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) serta Alat Tenun Mesin (ATM). Untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi, ATBM dan ATM memang lebih efektif serta menguntungkan bagi para perajin dan pengusaha.


Namun perkembangan ini tidak sertamerta menghilangkan alat tenun Gedogan dari kegiatan pertenunan sutra Sulawesi Selatan. Di Kabupaten Wajo, sentra utama perajin tenunan sutra Sulawesi Selatan, masih ditemukan penggunaan alat tenun Gedogan oleh perajin-perajin setempat hingga saat ini.


Tenunan sutra Gedogan menunjukkan keberadaan nilai kriya yang kuat pada kegiatan pertenunan sutra di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi topik utama dalam penelitian Skripsi kali ini, yakni mencakup nilai estetika, nilai pakai, dan nilai teknik, dalam periode perkembangan industri sutra di wilayah tersebut.