PENENTUAN UKURAN BLOK OPTIMAL DALAM PRODUKSI KAPAL
Master Theses from / 2004-11-24
10:28:25
Oleh : Umar Wiwi, S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 1998-00-00, dengan 1 file
Keyword : pengerjaan blok dilakukan di dalam shop dengan ukuran terbatas, dan diangkut ke building berth
untuk diereksi dengan alat angkut berkapasitas tertentu.
Nomor Panggil (DDC) : T 623.820 1 WIW
Sumber pengambilan dokumen : 19981133
Oleh : Umar Wiwi, S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 1998-00-00, dengan 1 file
Keyword : pengerjaan blok dilakukan di dalam shop dengan ukuran terbatas, dan diangkut ke building berth
untuk diereksi dengan alat angkut berkapasitas tertentu.
Nomor Panggil (DDC) : T 623.820 1 WIW
Sumber pengambilan dokumen : 19981133
Dalam pembangunan kapal dengan
metoda blok, pengerjaan blok
dilakukan di dalam shop dengan ukuran terbatas, dan diangkut ke building berth
untuk diereksi dengan alat angkut berkapasitas tertentu. Oleh karena itu ukuran
blok harus disesuaikan dengan ukuran shop,
kapasitas alat angkut dan kelayakan teknis. Di samping itu blok dapat diselesaikan sesuai dengan due date dan
shop bekerja dengan efektifitas tinggi. Dalam tesis ini diajukan model optimasi
penetapan ukuran blok dengan mempertimbangkan
semua kendala produksi secara serempak. Model ini dikembangkan dari model
Single Machine Batch Scheduling yang dikemukakan Halim dkk.(7,8], dengan
melakukan analogi ukuran batch menjadi ukuran blok
serta memasukkan kendala teknis yang terkait dengan produksi kapal. Di samping
itu dikembangkan pula model penjadwalan blok
yang dihasilkan dengan menganggap sebagai masalah penjadwalan blok pada mesin
paralel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penjadwalan batch pada mesin tunggal dapat dikembangkan untuk penentuan
ukuran blok optimal di industri perkapalan
dengan memperhatikan analogi antara batch dan blok:
Ukuran batch yang dinyatakan dengan jumlah unit, dianalogikan dengan ukuran blok yang dinyatakan dengan panjang dan berat.
Meskipun demikian dalam model yang diusulkan, ukuran blok
ditentukan oleh berat dan berat blok sendiri
merupakan fungsi panjang blok dan intensitas
berat. Dengan demikian fungsi yang dibentuk antara total waktu tinggal aktual
dengan ukuran berat dan panjang blok merupakan
fungsi komposit. Hasil penelitian menunjukan pula bahwa untuk meminimumkan
total waktu tinggal aktual blok pada shop
perakitan, panjang blok pada penetapan awal
harus sama dengan panjang konstruksi yang mengacu pada panjang shop perakitan blok. Kemudian dikaji panjang tersebut dikaitkan
dengan kendala kendala lain. Kesimpulan lain yang diperoleh adalah harus ada
keseimbangan antara panjang shop perakitan dan kapasitas crane pengangkut blok dan kesesuaian keduanya dengan ukuran kapal yang
dibangun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar