Sabtu, 29 November 2014

PENGEMBANGAN KALTIM-4 DENGAN PENAMBAHAN UNIT PROSES SINTESIS SEKOLAH TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG OPERATOR TRAINING SIMULATOR AMONIAK



PENGEMBANGAN KALTIM-4 DENGAN PENAMBAHAN UNIT PROSES SINTESIS SEKOLAH TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG OPERATOR TRAINING SIMULATOR AMONIAK
OPERATOR TRAINING SIMULATOR KALTIM-4 (OTS) DEVELOPMENT WITH AMMONIA SYNTHESIS PROCESS UNIT
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-08-13 09:14:58
Oleh : KHRISNA DARUNDONO (NIM: 13205111); Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Bambang Riyanto Trilaksono, S1 - Department of Electrical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 8 file

Keyword : OTS, pemodelan, best fit, GUI, OPC
Operator Training Simulator merupakan mesin simulasi berbasis jaringan komputer yang dapat digunakan untuk pelatihan operator baru dalam mengoperasikan plant. Komponen utama dari OTS adalah main server (yang berisikan model dari plant), database server (berfungsi sebagai penyimpan data simulasi), instructor station (komputer untuk instruktur pemberi pelatihan), dan operator station (komputer untuk operator baru peserta pelatihan). Dengan sistem ini, maka bentuk pelatihan dapat dilakukan kapan saja tanpa mengganggu proses produksi yang sebenarnya. Selain itu dapat dilakukan pula simulasi keadaan bahaya,
sehingga operator akan semakin handal mengoperasikan plant. Selain itu dengan adanya database server, bentuk pelatihan menjadi lebih baik karena dapat dilakukan sistem scoring, penyimpanan sesi (apabila simulasi harus dihentikan pada suatu saat), dan lain-lainnya. Dalam tugas akhir kali ini akan dilakukan penambahan unit proses sintesis amoniak pada OTS Kaltim-4 yang merupakan mesin simulasi Pabrik Amoniak PT. Pupuk Kaltim, Tbk. Penambahan model dilakukan dengan memodelkan proses, control valve, serta pengendali yang terkait, di mana ketiga bagian tersebut tergabung menjadi suatu lup sistem kendali. Jumlah lup yang akan dimodelkan pada tugas akhir ini adalah sebanyak 21 buah. Pemodelan dan simulasi dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak MATLAB R2007a, sementara implementasi pada server simulasi menggunakan perangkat lunak Scilab 4.1.1. Parameter keberhasilan dari pemodelan ini adalah berupa best fit yang merupakan persentase kedekatan keluaran hasil model dengan data yang diperoleh dari perusahaan. Best fit pada pemodelan yang berhasil berkisar di nilai 51.6 hingga 92.41 %. Terdapat beberapa model yang masih memiliki best fit buruk yang disebabkan oleh kurangnya catatan data dari beberapa variabel yang menjadi masukan bagi lup sistem kendali tersebut. Penambahan GUI dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Wonderware Intouch, di mana jumlah gambar yang harus dibuat adalah sebanyak lima buah
(Ammonia Synthesis 1, Ammonia Synthesis 2, Ammonia Synthesis 3, Ammonia Synthesis 4, dan Ammonia Synthesis 5).
Pada bagian akhir tugas akhir akan dibahas mengenai integrasi unit proses tambahan ini dengan sistem OTS yang sudah ada. Dari proses integrasi ini akan dapat dilihat bahwa sistem yang sudah ada dapat berinteraksi dan terintegrasi dengan unit tambahannya.

TENTUAN SUTRA TRADISIONAL GEDONGAN SULAWESI SELATAN, STUDI KASUS: KABUPATEN WAJO, SULAWESI SELATAN (1957-2007)




TENTUAN SUTRA TRADISIONAL GEDONGAN SULAWESI SELATAN, STUDI KASUS: KABUPATEN WAJO, SULAWESI SELATAN (1957-2007)
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2008-08-01 09:19:53
Oleh : NILAM FIKRANI SIHAR (NIM 17203026), S1 - Department of Art
Dibuat : 2008, dengan 6 file

Keyword : Tenunan sutra, Sutra tradisional gedongan Sulawesi Selatan, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan
Industri tenunan sutra merupakan sektor penyumbang devisa Indonesia, yang berasal dari unit-unit industri yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara. Sebagian besar unit industri tersebut terletak di Sulawesi Selatan, sehingga propinsi tersebut dikenal luas sebagai sentra terbesar kegiatan pertenunan sutra di Indonesia.


Pertumbuhan unit industri tenunan sutra di daerah Sulawesi Selatan berakar dari kegiatan tenunan Gedogan yang sudah dipraktekkan oleh masyarakat setempat sejak dahulu. Tenunan-tenunan sutra tradisional ini menjadi salah satu komoditi perdagangan di Makassar, yang terkenal sebagai bandar transit sekaligus gerbang wilayah Indonesia bagian timur, sehingga mulai dikenal luas. Industri ini semakin berkembang paska kemerdekaan Republik Indonesia, dengan digunakannya Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) serta Alat Tenun Mesin (ATM). Untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi, ATBM dan ATM memang lebih efektif serta menguntungkan bagi para perajin dan pengusaha.


Namun perkembangan ini tidak sertamerta menghilangkan alat tenun Gedogan dari kegiatan pertenunan sutra Sulawesi Selatan. Di Kabupaten Wajo, sentra utama perajin tenunan sutra Sulawesi Selatan, masih ditemukan penggunaan alat tenun Gedogan oleh perajin-perajin setempat hingga saat ini.


Tenunan sutra Gedogan menunjukkan keberadaan nilai kriya yang kuat pada kegiatan pertenunan sutra di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi topik utama dalam penelitian Skripsi kali ini, yakni mencakup nilai estetika, nilai pakai, dan nilai teknik, dalam periode perkembangan industri sutra di wilayah tersebut.

PENGEMBANGAN SISTEM PEMANTAUAN SINYAL GETARAN MULTIKANAL BERBASIS NI PCI-6281



PENGEMBANGAN SISTEM PEMANTAUAN SINYAL GETARAN MULTIKANAL BERBASIS NI PCI-6281
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-03-24 08:21:45
Oleh : FIRMAN ASTREA (NIM : 13104018); Pembimbing Utama : Prof. Dr. Ir. Komang Bagiasna, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 7 file

Keyword : Pemantauan sinyal; NI PCI-6281; LabVIEW 7.1; Overall Vibration Level; OVL; MSA HP 3566A;
Dalam perkembangan ilmu mengenai perawatan mesin, dikenal jenis perawatan prediktif yang berbasis pemantauan kondisi mesin. Besaran/elemen yang dipantau dari mesin diantaranya getaran, temperatur dan gesekan-keausanpelumasan

(tribologi). Dari beberapa teknik tersebut, untuk mesin yang terdapat bagian yang berputar, teknik dan analisis getaran merupakan sarana paling efektif karena mampu menginformasikan kondisi dan kerusakan mesin lebih dini.

Sebagai usaha untuk mendukung penelitian mengenai perawatan prediktif, pada tugas sarjana ini dikembangkan perangkat akuisisi data berbasis komputer personal (PC) yang mampu mengukur sinyal getaran. Set alat ini menggunakan NI

PCI-6281 sebagai perangkat-kerasnya dan LabVIEW 7.1 sebagai bahasa pemrograman untuk mengembangkan perangkat-lunaknya. Perangkat multikanal (6 kanal) ini mampu menampilkan data domain waktu dan spektrum daya untuk setiap kanal masukannya. Data-data ini berguna untuk analisis ciri getaran kerusakan komponen mesin. Selain itu, perangkat ini dilengkapi dengan fasilitas seting alarm nilai Overall Vibration Level (OVL) atau level getarannya.

Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap perangkat akuisisi data tersebut untuk mengetahui unjuk kerjanya. Proses pengujian ini (kalibrasi dan pengukuran) menggunakan MSA HP 3566A sebagai perangkat akuisisi data acuan. Setelah melakukan kalibrasi terhadap keenam kanal masukannya, dilakukan pengujian dengan mengukur sinyal getaran dari sensor getaran yang dipasang pada struktur uji. Hasilnya cukup memuaskan untuk sinyal-sinyal getaran yang memiliki

amplitudo relatif besar, karena kesalahannya dibawah 10 persen. Sedangkan untuk sinyal dengan amplitudo relatif kecil (orde satuan milivolt) hasilnya sangat terganggu oleh noise. Kemungkinan penyebab noise ini adalah ketiadaan signal conditioner atau ketidaksempurnaan penataan kabel dan seting ground.

Minggu, 23 November 2014




PENGARUH PENGGUNAAN ADITIF PENGHEMAT BAHAN BAKAR PADA BIODIESEL MENGGUNAKAN MOTOR DIESEL PUTARAN SEDANG
The Effect of Fuel Economizer Additive in Biodiesel Using Medium Speed Diesel Engine
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-02-13 16:22:26
Oleh : YANUAR ZULET (NIM 13103099), S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : zat aditif, biodiesel, motor diesel
Dengan dikeluarkannya regulasi emisi yang semakin ketat, membuat perlunya perbaikan-perbaikan pada motor diesel dan bahan bakarnya. Bilangan setana yang lebih tinggi, kadar sulfur rendah dan kemampuan deterjen yang baik merupakan tuntutan bahan bakar dewasa ini. Tuntutan yang diemban oleh motor diesel agar dapat berefisiensi tinggi, ramah lingkungan dengan prestasi yang baik. Untuk itulah sifat-sifat bahan bakar harus selalu diperbaiki dan dikembangkan. Tugas akhir ini memulai pembahasannya dengan mengurai dasar teori yang meliputi motor diesel dan bahan bakarnya serta sedikit mengulas parameter prestasi. Penjelasan bahan bakar menjadi penting karena terkait dengan sifatnya yang sangat berpengaruh pada kualitas bahan bakar itu sendiri. Sifat-sifat bahan bakar dapat diketahui dengan merujuk kepada metode pengujian yang telah tersertifikasi.
Pengujian ini mencoba membandingkan penggunaan bahan bakar diesel dengan biodiesel, pada kandungan 5% biofuel (B05), 10% biofuel (B10), 20% biofuel (B20). Juga dilakukan evaluasi pengaruh aditif di setiap komposisi bahan bakarnya. Sebagai tolak ukur parameter prestasi dipergunakan SFC dan efisiensi termal dari setiap pengujian bahan bakar. Titik operasi yang diuji dalam uji prestasi mesin meliputi torsi mulai dari 0 sampai 60 Kg.m dengan putaran konstan 500rpm. Mesin yang digunakan dalam penilitian ini adalah motor diesel putaran sedang yang sesuai dengan aplikasi di dunia Industri. Ditemukan bahwa penggunaan bahan bakar B00 dengan aditif 1560ppm memperlihatkan prestasi yang paling baik. Pengaruf penambahan aditif memiliki pola yang berbeda di setiap kombinasi campuran bahan bakar Pertamina DEX dan biofuel. Tujuan yang lebih spesifik pengukuran ini adalah mengetahui pencapaian prestasi biodiesel dengan penambahan aditif. Dengan demikian dapat mengangkat penggunaan biodiesel sebagai solusi kelangkaan bahan bakar saat ini.


HUBUNGAN ANTARA ECONOMIC VALUE ADDED DENGAN MARKET VALUE ADDED DAN IDENTIFIKASI VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI ECONOMIC VALUE ADDED : studi kasus perusahaan-perusahaan di PT. Bursa Efek Jakarta
Master Theses from JBPTITBPP / 2007-09-07 18:17:10
Oleh : Muhammad Hendry (NIM. 234 96 020), S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 1999-08-00, dengan 9 file

Keyword : Share value, Stock exchange, Appropriate judgement, Company condition
Subjek : Stock issues - Capital management - Financial management
Kepala Subjek : Management
Nomor Panggil (DDC) : T 658.152 24 HEN
Abstrak:



Selama ini para pelaku pasar modal, pengamat dan akademisi bertanya-tanya, faktor apakah sebenarnya yang mempengaruhi atau yang dikapitalisasi oleh pasar dalam pembentukan nilai (harga) dari suatu saham di pasar modal dan metode penilaian mana yang secara akurat dan komprehensif yang mampu memberikan penilaian secara wajar atas kondisi suatu perusahaan. Pada akhir tahun 1980-an, Stern Stewart & Co, menemukan konsep baru yang disebut dengan Economic Value Added (EVA). Konsep EVA merupakan pendekatan dalam menilai kinerja perusahaan dengan memperhatikan secara adil harapan pemiliki modal. Penggunaan EVA dalam menilai kinerja membuat perusahaan untuk lebih memfokuskan perhatian pada usaha penciptaan nilai tambah, dimana nilai tambah yang dihasilkan diperoleh dengan cara mengurangi beban biaya modal yang timbul sebagai akibat investasi yang dilakukan. Penggunaan konsep ini tidak seperti ukuran kinerja tradisional, dimana konsep EVA dapat berdiri sendiri tanpa perlu analisa perbandingan dengan perusahaan sejenis ataupun membuat analisa kecenderungan atau trend. Dalam rumusan sederhana, apabila EVA >0 berarti ada nilai tambah ekonomi terhadap perusahaan dan bila EVA <0 menunjukkan tidak ada nilai tambah ekonomi atau terjadi pemusnahan kekayaan pemilik modal, karena laba yang tersedia tidak dapat memenuhi harapan pemilik modal.


Penelitian ini mencoba menerapkan konsep EVA dan MVA untuk mengukur kinerja perusahaan (EVA), mengetahui apakah meningkatnya kinerja perusahaan akan meningkatkan harga pasar saham-nya (MVA) dan identifikasi variabel-variabel (variabel arus kas: AKO, AKI, AKP dan variabel rasio keuangan: ROI, ROE, LDE, LDTC, TDE, TDTA dan TATO) yang signifikan mempengaruhi penciptaan nilai perusahaan (EVA) pada perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Jakarta yang tergolong ke dalam kelompok Indeks LQ-45 yang memiliki nilai pasar dan likuiditas tertinggi dari tahun 1994 s.d. 1996. Diperoleh bahwa EVA mempunyai hubungan yang signifikan dengan MVA dimana sifat hubungannya yang masih lemah, berarti MVA belum sepenuhnya mencerminkan informasi EVA dan diperoleh dari 10 variabel hanya terdapat 7 variabel yang signifikan mempengaruhi penciptaan nilai perusahaan, yaitu variabel AKI, AKP, LDE, TDE, AKO, ROE dan LDTC.