OPTIMASI
AEROELASTIK STRUKTUR SAYAP DENGAN METODA
MODIFIED FEASIBLE DIRECTION
MODIFIED FEASIBLE DIRECTION
Master Theses from #PUBLISHER# / 2006-05-17
13:01:58
Oleh : Ismoyo Haryanto, S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 1999-08-00, dengan 1 file
Keyword :
Oleh : Ismoyo Haryanto, S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 1999-08-00, dengan 1 file
Keyword :
Pesawat udara, Perancangan,
Perancangan sayap
Aircraft,
Structure design, Wing structure
Subjek :
Aeronautics - Aerospace engineering
Kepala Subjek :
Engineering
Nomor Panggil (DDC) :
T 629.132 362 HAR
Sumber pengambilan dokumen : Tesis Magister Teknik Mesin. Bidang Khusus Teknik Sistem Mekanik. (20061029)
Abstrak :
Pada perancangan struktur pesawat udara, proses iterasi untuk mendapatkan kondisi yang memenuhi semua persyaratan dan tujuan perancangan hampir tidak dapat dihindari. Dengan adanya kecenderungan misi pesawat udara yang makin kompleks menyebabkan proses iterasi dengan prosedur perancangan tradisional/konvensional sudah tidak memenuhi lagi. Oleh karena itu perlu diterapkan piranti matematis yang dikenal dengan prosedur optimasi. Prinsip dasar optimasi adalah memvariasikan variabel perancangan untuk mendapatkan fungsi oyektif optimum tanpa melanggar batasan (constraint) perancangan. Salah satu batasan perancangan pesawat udara yang sangat penting adalah flutter yang kemunculannya tidak saja membatasi kecepatan jelajah tetapi juga bersifat katastropik.
Pada penelitian ini optimasi struktur sayap pesawat udara dengan batasan flutter telah dilakukan. Struktur sayap dimodelkan sebagai balok lentur (stiffness beam) dan balok massa (mass beam) yang antar keduanya dianggap tersambung kaku sehingga tidak ada gerak relatif antar keduanya. Kuantitas gayaaerodinamik tak tunak pada sayap ditentukan dengan menerapkan teori strip yang didasarkan pada perumusan Theodorsen. Sedangkan analisis flutter dilakukan berdasarkan metode PK. Optimasi dilakukan terhadap penampang batang kekakuan dengan menerapkan metoda modified feasible direction MFD. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kecepatan flutter lebih sensitif terhadap perubahan tebal kekakuan dibanding terhadap ukuran tingginya.
Hasil lain yang sangat menarik
adalah dengan menerapkan metoda optimasi dengan batasan flutter memungkinkan
perancangan suatu struktur dengan kecepatan flutter yang telah ditentukan namun
sebagai konsekuensinya massa total struktur juga akan meningkat. Sekalipun
secara umum hasil yang diperoleh sangat memuaskan namum beberapa perbaikan
perlu dilakukan seperti penerapan metoda analitis dalam analisis sensitivitas
perancangan serta penerapan metoda aproksimasi guna mempercepat waktu
komputasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar