PROTOTIPE SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA KERUSAKAN MESIN TURBOPROP CT7-9C
Master
Theses from JBPTITBPP / 2012-06-19 11:55:06
Oleh : Wahyudi (NIM : 233 94 020), S2 - Instrumentation and Control
Dibuat : 1997-04-00, dengan 7 file
Keyword : expert system ; computer ; artificial intelligence ; CT7-9C turboprop.
Kepala Subjek : Engineering
Nomor Panggil (DDC) : T 621.406 WAH
Oleh : Wahyudi (NIM : 233 94 020), S2 - Instrumentation and Control
Dibuat : 1997-04-00, dengan 7 file
Keyword : expert system ; computer ; artificial intelligence ; CT7-9C turboprop.
Kepala Subjek : Engineering
Nomor Panggil (DDC) : T 621.406 WAH
Abstrak:
Sistem pakar adalah salah satu bidang dari intelegensia buatan yang dirancang untuk membantu manusia dalam memecahkan suatu permasalahan tertentu yang biasanya dikerjakan oleh seorang pakar.Pada penelitian ini dikembangkan prototipe sistem pakar untuk diagnosa kerusakan mesin turboprop CT7-9C. Penelitian dilakukan di Universal Maintenance Center PT. IPTN. Mesin turboprop CT7-9C biasa digunakan sebagai tenaga pendorong pesawat jenis komuter seperti CN235-100. Diagnosa kerusakan mesin turboprop CT7-9C terdiri dari dua jenis pengujian yaitu pengujian fungsionil (fuctional test) dan pengujian kinerja (performance test). Pengujian mesin ini bertujuan agar mesin dapat beroperasi sebagaimana mestinya dan dalam kondisi man, artinya mesin dapat menghasilkan daya yang dikehendaki dengan suhu masukan turbin daya (T45) yang diperbolehkan.
Sistem pakar adalah salah satu bidang dari intelegensia buatan yang dirancang untuk membantu manusia dalam memecahkan suatu permasalahan tertentu yang biasanya dikerjakan oleh seorang pakar.Pada penelitian ini dikembangkan prototipe sistem pakar untuk diagnosa kerusakan mesin turboprop CT7-9C. Penelitian dilakukan di Universal Maintenance Center PT. IPTN. Mesin turboprop CT7-9C biasa digunakan sebagai tenaga pendorong pesawat jenis komuter seperti CN235-100. Diagnosa kerusakan mesin turboprop CT7-9C terdiri dari dua jenis pengujian yaitu pengujian fungsionil (fuctional test) dan pengujian kinerja (performance test). Pengujian mesin ini bertujuan agar mesin dapat beroperasi sebagaimana mestinya dan dalam kondisi man, artinya mesin dapat menghasilkan daya yang dikehendaki dengan suhu masukan turbin daya (T45) yang diperbolehkan.
Pengujian
fungsionil terdiri dari 13 bagian kasus pengujian yang akan didiagnosa, sedang
pengujian kinerja memerlukan 11 data mesin yang selanjutnya dipergunakan untuk
mengetahui apakah terjadi kerusakan pada bagian kompresor, bagian panas, dan
bagian turbin daya. Diagnosa kerusakan akan berakhir jika mesin sudah dalam
kondisi baik, yaitu jika T45 margin diatas 30 derajat C atau untuk pekerjaan
kecil (minor work scope) adalah antara 20 derajat C sampai dengan 30 derajat C
.Implementasi program menggunakan perangkat pengembangan sistem pakar INSIGHT
2+.
Sistem pakar yang dikembangan terdiri dari 357 kaidah produksi dan 975
fakta. Pengujian kinerja dilakukan dengan menentukan letak kesebelas data mesin
terhadap 12 grafik acuan yang telah ditentukan oleh pakar. Posisi data mesin
terhadap grafik juga digunakan sebagai nilai keyakinan (confidence factor) dari
kesimpulan yang ditemukan.
Untuk mengatasi
keterbatasan memori yang disediakan INSIGHT 2+, maka dalam pembuatan program,
sistem pakar ini dibagi menjadi dua bagian yaitu ujiutama.prl dan kinerja.prl
yang dengan sharedchain, kinerja.prl dapat digabung ke dalam ujiutama.prl.
Penelitian ini bertujuan untuk membantu para teknisi dalam melakukan tugas
perawatan mesin turboprop CT7-9C di UMC PT. IPTN Bandung, terutama untuk
efisiensi kerja, keterbatasan pakar yang ada, dan mengurangi kemungkinan
kesalahan manusia (human error) dalam proses pendiagnosaan. Sistem pakar ini
dibuat terbuka sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penambahan keahlian pars
pakar. Untuk pengembangan lebih lanjut disarankan untuk menggabung file program
pada test cell ke dalam sistem pakar ini, sehingga pada pengujian kinerja
bersifat on-line dimana teknisi tidak perlu memasukkan data secara manual.

